Longsor kembali menerjang Garut Selatan pada Rabu pagi hari di dua desa terdampak yakni desa sukalaksana dan sukamulya. Sekitar 71 KK terdampak yang mengakibatkan 100 warga mengungsi. Longsor terjadi akibat jumlah pohon yang mulai berkurang sehingga tanah menjadi labil.
Disamping tanah yang labil, curah hujan yang tinggi turut menjadi faktor penyebab longsor yang disertai banjir tersebut. Walaupun longsor terjadi secara perlahan, namun lokasi dataran tinggi tersebut terpaut beberapa meter saja dengan pemukiman warga.
Beberapa elemen yang terlibat dalam penanganan sosial telah berada dilokasi kejadian tak lama dari waktu bencana. Lokasi terdampak masih berada dalam tahap pemulihan serta beberapa ruas jalan terputus. Sehari sebelum bencana, tanda-tanda kelongsoran telah tampak sehingga korban sempat dievakuasi terlebih dulu.
Namun demikian, korban yang diungsikan ke smp 1 talegong tersebut masih membutuhkan bantuan bahan pokok berupa sandang dan pangan untuk bertahan. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Rumah KAMMI Peduli (RKP) Garut berhasil menyalurkan beberapa logistik yang dibutuhkan para pengungsi.
Selain itu, RKP masih menerima titipan bantuan bagi siapapun yang akan mendonasikan kebutuhan pokok bagi para pengungsi. Titipan bisa diantar atau jemput ke posko di sekretariat KAMMI Garut Gang Wartawan Jalan Partriot Tarogong Kidul atau dengan menghubungi Whatsapp +62 877-7477-1826.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *