Kader KAMMI dan Al-Bunyan mengabadikan momen dengan penerima bantuan.

Setelah tersiar kabar meninggalnya seorang lansia di desa muara sanding lantaran terlalu lama tidak mendapatkan bantuan makanan, KAMMI Garut dengan tanggap gandeng LAZ Al-Bunyan bagikan beberapa paket Sembako.

Pandemik Covid-19 belum usai hingga waktu yang sulit diprediksikan. Namun hal itu berbanding terbalik dengan bantuan pemerintah. Selain bantuan yang mulai jarang, data penerima bantuan yang tidak akurat menyebabkan sebagian kaum dhuafa tidak mendapatkan haknya.

Warga Berkerumun Menerima Bantuan.

Trend yang menurun terkait covid-19 sejalan sejalan dengan berkurangnya frekuensi bantuan pemerintah untuk korban terdampak psbb. Hal ini menuntut KAMMI Garut untuk siap sedia membantu masyarakat yang terdesak kebutuhan pokok.

“Pemerintah sama sekali tidak bertanggung jawab atas dampak dari kebijakan yang telah diberlakukan oleh mereka sendiri! ” Ungkap Aziz, Ketua PD KAMMI Garut.

Pada masa jabatan nya, Khalifah kedua, Umar bin Khattab jarang makan kenyang karena khawatir ada rakyatnya yang kelaparan. “Jika amirul mukminin berani lapar demi kepedulian kepada rakyatnya, seharusnya Bupati mati duluan karena ada rakyatnya yang meninggal karena kelalaian pemerintah. ” Tegas Aziz.

Sebagai mitra, LAZ Al-Bunyan menyampaikan apresiasi kepada KAMMI Garut yang telah bersedia bekerjasama menyalurkan bantuan kepada para lansia dan kaum dhuafa. “Jazakumullahu Khairan jazaa kepada KAMMI Garut yang telah bekerjasama dalam penyaluran Laz Al Bunyan di desa Muara Sanding Dalam program bantuan sosial masyarakat terdampak covid-19, semoga Allah SWT memberikan kemudahan serta keberkahan di setiap langkah kita dan balasan pahala yang berlimpah.” Ujar Ari Yuli Lestari, perwakilan tim Al-Bunyan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *