Pemda Jangan Diskriminatif dalam Pencegahan Covid-19
Ilustrasi penyebaran virus corona. Meski peserta didik saat ini harus belajar dari rumah akibat adanya virus corona (Covid-19), berbeda dengan tenaga pengajar yang masih harus pergi ke sekolah.

Padahal pemerintah sudah menyampaikan untuk bekerja di rumah dan menjaga diri ke luar.

Ketua Umum KAMMI Garut Rian Abdul Azis Berpendapat bahwa banyak keluhan dari para guru mengenai hal itu. tentang Work From Home sebagai kepastian kerja bagi guru baik sekolah negeri maupun swasta.

Sehingga hal ini perlu disuarakan untuk pemda yang belum memberikan kepastian kerja kepada para guru dan tenaga kependidikan. Mengingat Covid-19 sebagai pandemi global dan bencana nasional.

“Pemda-pemda harusnya memahami perlindungan guru. Jangan sampai pemda berlaku diskriminatif terhadap profesi guru,” ujar Ketua KAMMI Garut .

Termasuk kebijakan UNBK bagi SMK SMa Sederajat di tunda namun masih bayak guru yang kesekolah hingga hari ini Oleh aturan surat edaran Sesuai arahan Kadisdik Provinsi Jawa Barat Nomor 443/3302-Set.Disdik tgl 15 Maret 2020 poin 2, Guru dan Tenaga Kependidikan tidak libur, tetap hadir ke sekolah sesuai hari dan jam kerja sebagaimana ketentuan yang berlaku .

“Ini kebijakan yang berbahaya bagi kesehatan tenaga pendidik (guru),” kata Rian .

Di beberapa daerah seperti Tasikmalaya, Garut, Indramayu, Karawang, Medan, dan Nusa Tenggara Barat, surat edaran yang dibuat pemda hanya fokus kepada siswa untuk pembelajaran home learning. Namun belum fokus untuk guru agar bekerja di rumah (work from home) seperti kebijakan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta
Maka dari Itu Garut Juga Seyogiya di kaji Agar tidak Ada Anggapan Diskriminatif.

Di sisi lain Dinas Pendidikan Atau pemerintah Daerah Garut Mewajibkan Agar Siswa Siswi peserta ddik Belajar di rumahya namun masih bayak siswa yang keluyuran dan sampai kena rajia oleh satpol PP dan Disdik Seperti di Tarogong kidul yg sudah di laksanakan sampai – Sampai anak peserta didiknya pun Menangis karena ketakutan

Pemerintah Jangan melihat hanya sbelah manta tidak semua anak pserta didik itu mampu dan mempuyai laptop atau semartphon atau hp untuk belajar di rumah
Ya wajar anak tidak blajar dan main di luar karena anak” itu tidak betah kalau di rumah terus bukan juga hewan yang di kandangin terus.

Maka itu, KAMMi meminta pemda agar memberikan kepastian kerja kepada guru baik sekolah negeri maupun swasta dalam bentuk surat edaran work from home yang menjadi pedoman dalam ikatan pekerjaannya sebagai pendidik dan para guru untuk mengelola pembelajaran secara daring dari rumah.
Dan Mengintruksikan Bagi sekolah atau pemerintah sendiri memberi pasilitas bagi Anak pserta didik agar bisa blajar di rumah .Bisa di Fasilitasi sarana Perasarana ya.

“Para guru bisa memanfaatkan web e-learning sekolah, manfaatkan kanal pembelajaran daring Kemdikbud atau kanal-kanal swasta lainnya seperti Ruang Guru,” tutur Rian.

Para orang tua dan guru harus bersama memantau proses pembelajaran di rumah. Mengecek juga apakah gurunya memberikan tugas atau tidak, apakah anak mengerjakan tugas daring dari gurunya atau tidak.

“Para orang tua diharapkan jangan membawa anak-anak pergi liburan atau wisata karena ini berpotensi membahayakan kesehatan mereka, dan juga selalu di perhatikan jangan sampai keluyuran tanpa Bingbingan orang tua” demikian.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *