Keputusan PW Jabar memang menarik untuk dikaji. Hasil Rapimwil tanggal 25-26 Januari 2020 yang menetapkan PD Garut sebagai tempat acara Musywil dengan mudah dirubah keputusannya secara sepihak Hanya melalui sebuah Pesan WA. Tentu hal ini menunjukkan rendahnya kualitas organisasi dalam memegang komitmen bersama.

Sebagai organisasi yang mengakui berparadigma intelektual profetik, seharusnya, bagaimanapun hasil syuro, tidak ada hak dari siapapun selain Allah untuk tidak mengindahkan keputusan yang telah ditetapkan.

Bukankah Muhammad SAW adalah Nabi yang gemar bermusyawarah walaupun kecerdasannya mumpuni untuk mengambil keputusan sepihak? Bahkan siapapun akan legowo dengan keputusannya? Bagaimana dengan kawan PW Jabar yang merubah keputusan rapimwil secara sepihak? Apakah PW Jabar terlalu cerdas untuk mengambil keputusan demikian? Sebagaimana kita ketahui, Nabi pun menolak membatalkan perang uhud dengan model defensif untuk menjunjung tinggi hasil syuro, yakni perang diluar madinah.

Begitupun seharusnya KAMMI PW Jabar yang hadir dalam bingkai demokrasi dan menghormati dasar negara. Ditambah lagi, keputusan tersebut tidak disertai dengan alasan syar’i yang bisa dimaklumi pihak terkait. Pemimpin diktator hanya akan tercatat buruk dalam lembar sejarah. Sikap pengambilan keputusan secara sepihak hanya akan menyebarkan kecurigaan. Ditengah dinamika organisasi yang rumit dengan isu tendensi.

Maka profesionalisme pimpinan dalam menghormati keputusan bersama lah yang akan menjadi jawaban dari berbagai macam problem yang dihadapi. Mari bersama nikmati hasil kesepakatan, ayo lawan otoriterianisme di organisasi milik kita bersama ini. Terakhir, hanya ada dua pilihan yang ditawarkan panitia musywil Garut untuk PW Jabar. Lanjut musywil atau lanjut musywillub di Garut! #MusWilLub2020 #SavePWJabar #TidakTrasparisasiPWJabar

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *